Sale!

Bibit Anggur Ninel

Rp150.000 Rp120.000

Bibit anggur ninel adalah salah satu jenis atau varietas anggur import dan sudah dikembangkan di Indonesia. Budidaya anggur ninel sudah banyak yang berhasil berbuuah, rasa buahnya juga manis cocok untuk hidangan. Untuk penanaman bisa sistem tabulampot atau langsung di lahan / tanah. Perawatan anggur ninel juga terbilang sangat mudah, berbuah rutin dan genjah pastinya.

Berikut adalah tips menanam anggur ninel dari kriteria bibit yang baik, persiapan lahan dan perawatan. Kami Vista Agromedia juga menyediakan bibit anggur yang berkualitas terbaik dengan jenis atau varietas yang beragam, diantaranya adalah Ninel, Jupiter, Isabela, Akademik, Transfigurasion dan jenis lainya.

Description

BIBIT ANGGUR NINEL

Bibit anggur ninel adalah salah satu jenis atau varietas anggur import dan sudah dikembangkan di Indonesia. Budidaya anggur ninel sudah banyak yang berhasil berbuuah, rasa buahnya juga manis cocok untuk hidangan. Untuk penanaman bisa sistem tabulampot atau langsung di lahan / tanah. Perawatan anggur ninel juga terbilang sangat mudah, berbuah rutin dan genjah pastinya.

Bibit Anggur Ninel

Bibit Anggur Ninel

Berikut adalah tips menanam anggur ninel dari kriteria bibit yang baik, persiapan lahan dan perawatan. Kami Vista Agromedia juga menyediakan bibit anggur yang berkualitas terbaik dengan jenis atau varietas yang beragam, diantaranya adalah Ninel, Jupiter, Isabela, Akademik, Transfigurasion dan jenis lainya.

Kriteria Bibit Anggur Ninel Terbaik

Berikut beberapa ciri-ciri bibit tanaman buah atau bibit anggur ninel yang sehat dan unggul [1]:

1. Vigor. Artinya, tanaman dalam kondisi subur dan tegap.
2. Daun bibit mulus dan tidak ada hama penyakit. Warna daun bibit hijau cerah atau pucuknya berwarna hijau atau merah muda. Jika sedang kondisi stagnan, daunnya berwarna hijau tua yang mengkilap. Jika ada bekas serangan hama dan penyakit serta menggulung, sebaiknya tanaman diwaspadai.
3. Batang bibit sehat, lurus, kulit batang cerah beralur, potongan cabang/dahan tidak dipaksakan, serta bentuk proporsional atas dengan bawahnya. Batang atas harus tegak mengarah ke atas, tidak bengkok,atau merunduk ke bawah. Untuk bibit yang lebih dari satu meter, pilih bibit yang ada percabangannya. Tananaman yang baik memiliki banyak cabang ke semua arah serta tajuknya rimbun. Selain itu, batang bebas dari jamur yang menempel dan hama, seperti bulatan putih (kutu putih) serta penggerek atau bekas sayatan.
4. Akar bibit memiliki banyak akar serabut. Bahkan, akar serabut sudah sampai ke tepian polybag atau menembus polybag dan akar tampak putih.
5. Bibit yang sudah berbuah diperhatikan kerontokan daun dan bentuk buahnya. Sebaiknya daun tidak rontok. Bentuk buah harus sempurna, tidak berulat, proposional, tidak mengecil, warna kulit buah cerah, atau biasanya berminyak atau ada bubuk putihnya.

Tempat Tumbuh

Anggur ninel tidak memerlukan tempat tumbuh yang terlalu luas, selain di lahan ia juga dapat tumbuh di pot.

Kebun Anggur

Kebun Anggur Ninel

Persiapan Penanaman Bibit Anggur[1]

Dua tempat tumbuh anggur ninel, sebagai berikut:

Persiapan Penanaman di Pot atau Tabulampot Anggur Ninel

1. Pilihan Pot

Perbedaan bahan pembuat pot relatif tidak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman buah. Yang perlu diperhatikan adalah wadah tersebut harus steril jika menggunakan wadah bekas bahan kimia. Pilihlah pot dan media utamanya. Anggur ninel tumbuh merambat. Meski sudah memakai pot, anggur perlu diberi penyangga baik kayu, besi, atau sebagainya yang sejenis. Pemilihan pot untuk anggur tampaknya lebih mantap bisa menggunakan pot semen atau keramik. Pergantian media tanam minimal dua tahun sekali. Pot keramik atau semen dipilih [1] karena:

• Cocok untuk tanaman buah: tanaman kecil sebagai pot luar.
• Daya tahan: 5 tahun, asalkan tidak pecah.
• Kelebihan: penampilannya artistic dan tahan lama.
• Kekurangan: mudah pecah dan relative mahal.

Setelah melihat karakteristik pot semen atau keramik. Saya berpikir ulang dari segi biaya. Jika Anda memiliki biaya yang tidak terlalu besar, Anda bisa menyiasatinya dengan menggunakan pot drum, dengan pertimbangan sebagai berikut:

• Cocok untuk tanaman buah: cocok untuk tanaman berkayu keras.
• Daya tahan: 5 – 10 tahun.
• Kelebihan: tahan lama dan praktis.

Kekurangan: perlu dicar agar penampilannya lebih menarik, mudah berkarat.
Disamping kedua pot di atas, saya punya pula satu laternatif pot lagi, yaitu pot plastik. Kriteria penggunaan pot plastik, sebagai berikut:

• Cocok untuk tanaman buah: bibit berukuran kecil serta tanaman buah.
• Daya tahan: 4 – 5 tahun.
• Kelebihan: ringan, banyak pilihan bentuk, ukuran beragam, mulai dari diameter kecil hingga besar, dan harganya relatif murah.
• Kekurangan: alasnya mudah jebol oleh akar tanaman, dan mudah rusak.

2. Pilihan Media Tanam

Media tanam untuk tanaman dalam pot perlu perhatian khusus dibandingkan dengan yang ditanam di lahan. Hal ini dikarenakan akar tanaman pot hanya kan menyerap unsur hara dana or dari media tanam yang terbatas. Media tanam yang digunakan yaitu:

a. Tanah

Tanah adalah media yang utama dalam penanaman. Bagian atas tanah (top soil) merupakan bagian tanah yang subur. Kedalaman top soil sekitar 30 cm dari permukaan tanah. Adapu pH tanah di daerah tropis sekitar 5,0 – 6,5.

b. Pupuk Kandang

Kandungan unsur haranya, seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kandungan mikroorganismenya mampu merombam bahan organik yang sulit dicerna tanaman menjadi komponen yang lebih mudah untuk diserap oleh tanaman. Pupuk kandang yang akan digunakan sebagai media tanam harus yang sudah marang dan steril. Hal itu ditandai dengan warna pupul yang hitam pekat. Ciri lainnya adalah pupuk terasa dingin jika tangan dimasukkan ke dalam pupuk. Jika belum matang, pupuk akan terasa hangat di tangan. Pemilihan pupuk kandang yang sudah marang bertujuan untuk mencegah munculnya bakteri atau cendawan yang dapat merusak tanaman.

c. Kompos

Kompos berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah organic, seperti jerami, seka,, daun, rumput, dan sampah kota. Kelebihan dari penggunaan kompos sebagai media tanam adalah sifatnya yang mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifat tanah, baik fisik, kimiawi, maupun biologis. Selain itu, kompos juga enjadifasilitator dalam penyerapan unsur nitrogen (N) yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Kompos yang baik untuk digunakan sebagai media tanam telah mengalami pelapukan secara sempurna yang ditandai dengan warnanya yang hitam kecoklatan, tidak berbau, memiliki kadar air yang rendah, dan memiliki suhu ruang.

d. Pasir

Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternative untuk menggantikan fungsi tanah. Media tanam ini baik untuk penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran setek batang tanaman. Sifatnya yang cepat kering memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yang dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain. Sementara itu bobot pasir yang cukup berat akan mempermudah tegaknya setek batang. Keunggulan lain media tanam pasir adalah kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainse media tanam.

e. Sekam Padi

Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudah digiling. Sekam padi yang biasa digunakan bisa berupa sekam bakar atau sekam mentah (tidak dibakar). Sekam berperan dalam perbaikan struktur tanah sehingga sistem aerasi dan drainase media tanam menjadi lebih baik. Sekam bakar lebih gembur karea tinggi kandungan karbon(C), tetapi mudah lapuk. Sementara itu, sekam mentah mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, merupakan sumber kalium (K), dan tidak mudah menggumpal atau memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Namun, sekam padi mentah cenderung miskin akan unsur hara.

Persiapan Penanaman Bibit Anggur Ninel di Lahan Pekarangan

Persiapan penanaman bibit anggur ninel yaitu bersihkan dan gemburkan tanah terlebih dahulu agar aerasi udara dalam tanah menjadi lancar, gas-gas beracun bisa lepas ke udara bebas, dan akar tanaman bisa tumbuh leluasa untuk menyerap unsur hara dan air.

Buah Anggur Ninel

Buah Anggur Ninel

1. Pembuatan Lubang Tanam

Sebelumnya, lahan di sekitar lubang penanaman dibersihkan dari gulma, tanaman lain, dan batu-batu. Setelah itu, lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 cm x 60 cm dengan kedalaman 60 cm. Pisahkan lapisan atas (top soil/bagian tanah yang subur) dengan tanah lapisan bawah (bagian tanah yang kurang subur). Caranya, gali tanah hingga kedalaman 30 cm dari permuaan tanah (top soil), lalu letallam di samping lubang tanam. Selanjutnya, gali kembali 30 cm ke bawah (tanah lapisan bawah), lalu letakkan disamping lubang tanah yang berlawanan dengan lapisan atas. Biarkan lubang tanam selama satu miggu dalam kondisi terbuka. Tujuannya agar lubang cukup terkena paparan sinar matahari serta oksigen yang cukup dari udara. Selain itu, hama dan penyakit dalam tanah akan mati terkena sinar matahari.

2. Pemberian Pupuk Dasar

Tanaman buah harus di tanam di tanah subur dengan kandungan humus yang tinggi. Tanah yang cocok untuk berkebun adalah yang berstruktur remah, yakni yang gumpalannya kecil dan memiliki pori-pori sehingga mampu membentuk sirkulasi udara dan resapan air dengan baik. Cara memperoleh jenis tanah tersebut salah satunya dengan mencampurkan kompos. Adapun kebutuhan tanaman buah akan unsur hara makro (N, P, dan K) serta unsur hara mikro, seperti Ca, Mg, dan S dapat dipenuhi melalui pemupukan secara rutin.

Sebelum dilakukan penanaman sebaiknya diberikan pupuk dasar ke dalam lubang tanam. Umumnya pupuk dasar yang digunakan ada;ah pupuk kandang, seperti kotoran sapi, pupuk kotoran kerbau, dan pupuk kotoran kambing atau domba. Pupuk kandang yang digunakan harus matang. Ciri-cirinya adalah pupuk sudah tidak panas, berwarna hitam, gembur atau tidak lengket, dan baunya tidak menyengat. Selain pupuk kandang, pupuk dasar dapat menggunakan pupuk kompos.

Pupuk dasar diberikan dengan cara dicampurkan ke dalam tanah lapisan bawah, misalnya pupuk kandang sebanyak 25-30 kg, lalu aduk rata. Setelah itu, masukkan tanah lapisan atas ke dalam lubang tanam dan diikuti tanah lapisan bawah. Selanjutnya, dapat diberikan ajir tepat di tengah lubang tanam sebagai petunjuk bibit yang akan ditanam.
Perbandingan media tanam untuk bibit anggur ninel adalah 3:1:1 (tanah:pupuk kandang:sekam) atau 2:1 (tanah:pupuk kandang). Andaikan pada satu pekarangan di tanam beberapa tanaman buah, agar semua tanaman mendapat sinar matahari yang cukup, tanamlah tanaman buah yang berukuran kecil di bagian timur dan yang berukuran besar di bagian barat. Anggur ninel sangat efesien jika dapat di tanam di bagian timur.

REFERENSI
[1] Wijaya & Dewi, T.Q. (2015). Bertanam 13 Tanaman Buah di Pekarangan. Jakarta: Penebar Swadaya. ISBN (13) 978-979-002-700-8

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Bibit Anggur Ninel”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Bantuan? Chat WA