Sale!

Bibit Belimbing

Rp45.000 Rp35.000

Belimbing adalah jenis buah yang sangat mudah ditemukan di Indonesia dan cukup banyak penggemarnya. Belimbing sendiri ada dua jenis yaitu belimbing manis dan belimbing sayur. Untuk jenis belimbing yang biasa kita temui di toko buah adalah belimbing manis. Pohon atau bibit blimbing cocok ditanam dalam skala kebun ataupun tabulampot.

Untuk peluang berkebun belimbing yang super, manis dan berkualitas adalah sangat menjanjikan. Namun, supaya hasi atau buah yang kita hasilkan berkualitas diperlukan bibit belimbing yang berkualitas serta terjamin.

Berikut adalah beberapa tips atau cara berkebun belimbing seperti pemilihan bibit belimbing, penyiapan media, dan perawatan. Untuk pertanyaan bisa juga hubungi kami di kontak atau klik tombol WA di pojok.

Description

BIBIT BELIMBING

Belimbing adalah jenis buah yang sangat mudah ditemukan di Indonesia dan cukup banyak penggemarnya. Belimbing sendiri ada dua jenis yang populer, yaitu belimbing manis dan belimbing sayur. Untuk jenis belimbing yang biasa kita temui di took buah adalah belimbing manis. Pohon atau bibit belimbing cocok ditanam dalam skala kebun ataupun tabulampot.

Bibit Belimbibf

Bibit Belimbing Madu

Untuk peluang berkebun belimbing yang super, manis dan berkualitas adalah sangat menjanjikan. Namun, supaya hasi atau buah yang kita hasilkan berkualitas diperlukan bibit belimbing yang berkualitas serta terjamin.

Berikut adalah beberapa tips atau cara berkebun belimbing seperti pemilihan bibit belimbing, penyiapan media, dan perawatan. Untuk pertanyaan bisa juga hubungi kami di kontak atau klik tombol WA di pojok bawah.

Kriteria Bibit Belimbing Terbaik

Berikut beberapa ciri-ciri bibit tanaman buah yang sehat dan unggul [1]:

1. Vigor. Artinya, tanaman dalam kondisi subur dan tegap.
2. Daun bibit mulus dan tidak ada hama penyakit. Warna daun bibit hijau cerah atau pucuknya berwarna hijau atau merah muda. Jika sedang kondisi stagnan, daunnya berwarna hijau tua yang mengkilap. Jika ada bekas serangan hama dan penyakit serta menggulung, sebaiknya tanaman diwaspadai.
3. Batang bibit sehat, lurus, kulit batang cerah beralur, potongan cabang/dahan tidak dipaksakan, serta bentuk proporsional atas dengan bawahnya. Batang atas harus tegak mengarah ke atas, tidak bengkok,atau merunduk ke bawah. Untuk bibit yang lebih dari satu meter, pilih bibit yang ada percabangannya. Tananaman yang baik memiliki banyak cabang ke semua arah serta tajuknya rimbun. Selain itu, batang bebas dari jamur yang menempel dan hama, seperti bulatan putih (kutu putih) serta penggerek atau bekas sayatan.
4. Akar bibit memiliki banyak akar serabut. Bahkan, akar serabut sudah sampai ke tepian polybag atau menembus polybag dan akar tampak putih.
5. Bibit yang sudah berbuah diperhatikan kerontokan daun dan bentuk buahnya. Sebaiknya daun tidak rontok. Bentuk buah harus sempurna, tidak berulat, proposional, tidak mengecil, warna kulit buah cerah, atau biasanya berminyak atau ada bubuk putihnya.

Cara Perbanyakan Bibit Belimbing

Okulasi kami pilih sebagai perbanyakan bibit belimbing. Bibit belimbing manis dijadikan patokan untuk menjadi batang bawah. Syaratnya, dengan perbanyakan generatif/biji. Bibit yang sudah tumbuh selama enam minggu, disemai sampai berumur satu tahun baru kemudian diokulasikan dengan belimbing manis yang bersifat unggul sebagai batang atas. Waktu terbaik untuk melakukan okulasi adalah pada musim hujan.

Tempat Tumbuh Bibit Belimbing

Jika yang dimaksud adalah belimbing manis, belimbing ini masuk ke dalam tanaman yang dapat tumbuh di dalam pot. Selain itu, pekarangan yang cocok untuk buah jenis ini adalah berukuran 10-20 m2.

Kesesuaian Tempat Tumbuh

Persiapan Penanaman Bibit [1]

Bibit belimbing bisa ditanam di pot dan dilahan, dijabarkan sebagai berikut:

Persiapan Penanaman di Pot

Tabulampot belimbing super

Tabulampot Belimbing

Pilihlah pot dan media utamanya. Media tanam juga harus gembur dan subur. Hal yang utama adalah mengganti media tanam minimal dua tahun sekali.

1. Pilihan Pot

Perbedaan bahan pembuat pot relatif tidak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman buah. Yang perlu diperhatikan adalah wadah tersebut harus steril jika menggunakan wadah bekas bahan kimia. Pot drum cocok digunakan untuk menanam bibit belimbing karena pot jenis ini cocok untuk tanaman berkayu. Daya tahan pot ini adalah sekitar 5 – 10 tahun, selain kelebihan tahan lama, pot ini juga praktis. Namun, pengecetan untuk pot ini perlu dilakukan, jika tidak pot akan berkarat dan mudah hancur.

2. Pilihan Media Tanam

Media tanam untuk tanaman dalam pot perlu perhatian khusus dibandingkan dengan yang ditanam di lahan. Hal ini dikarenakan akar tanaman pot hanya kan menyerap unsur hara dana or dari media tanam yang terbatas. Media tanam yang digunakan yaitu:

a. Tanah

Tanah adalah media yang utama dalam penanaman. Bagian atas tanah (top soil) merupakan bagian tanah yang subur. Kedalaman top soil sekitar 30 cm dari permukaan tanah. Adapu pH tanah di daerah tropis sekitar 5,0 – 6,5.

b. Pupuk Kandang

Kandungan unsur haranya, seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kandungan mikroorganismenya mampu merombam bahan organik yang sulit dicerna tanaman menjadi komponen yang lebih mudah untuk diserap oleh tanaman. Pupuk kandang yang akan digunakan sebagai media tanam harus yang sudah marang dan steril. Hal itu ditandai dengan warna pupul yang hitam pekat. Ciri lainnya adalah pupuk terasa dingin jika tangan dimasukkan ke dalam pupuk. Jika belum matang, pupuk akan terasa hangat di tangan. Pemilihan pupuk kandang yang sudah marang bertujuan untuk mencegah munculnya bakteri atau cendawan yang dapat merusak tanaman.

c. Kompos

Kompos berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah organic, seperti jerami, seka,, daun, rumput, dan sampah kota. Kelebihan dari penggunaan kompos sebagai media tanam adalah sifatnya yang mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifat tanah, baik fisik, kimiawi, maupun biologis. Selain itu, kompos juga enjadifasilitator dalam penyerapan unsur nitrogen (N) yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Kompos yang baik untuk digunakan sebagai media tanam telah mengalami pelapukan secara sempurna yang ditandai dengan warnanya yang hitam kecoklatan, tidak berbau, memiliki kadar air yang rendah, dan memiliki suhu ruang.

d. Pasir

Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternative untuk menggantikan fungsi tanah. Media tanam ini baik untuk penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran setek batang tanaman. Sifatnya yang cepat kering memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yang dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain. Sementara itu bobot pasir yang cukup berat akan mempermudah tegaknya setek batang. Keunggulan lain media tanam pasir adalah kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainse media tanam.

Buah Belimbing Super

Buah Belimbing

e. Sekam Padi

Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudah digiling. Sekam padi yang biasa digunakan bisa berupa sekam bakar atau sekam mentah (tidak dibakar). Sekam berperan dalam perbaikan struktur tanah sehingga sistem aerasi dan drainase media tanam menjadi lebih baik. Sekam bakar lebih gembur karea tinggi kandungan karbon(C), tetapi mudah lapuk. Sementara itu, sekam mentah mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, merupakan sumber kalium (K), dan tidak mudah menggumpal atau memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Namun, sekam padi mentah cenderung miskin akan unsur hara.

Persiapan Penanaman di Lahan Pekarangan

Bersihkan dan gemburkan tanah terlebih dahulu agar aerasi udara dalam tanah menjadi lancar, gas-gas beracun bisa lepas ke udara bebas, dan akar tanaman bisa tumbuh leluasa untuk menyerap unsur hara dan air.

1. Pembuatan Lubang Tanam

Sebelumnya, lahan di sekitar lubang penanaman dibersihkan dari gulma, tanaman lain, dan batu-batu. Setelah itu, lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 cm x 60 cm dengan kedalaman 60 cm. Pisahkan lapisan atas (top soil/bagian tanah yang subur) dengan tanah lapisan bawah (bagian tanah yang kurang subur). Caranya, gali tanah hingga kedalaman 30 cm dari permuaan tanah (top soil), lalu letallam di samping lubang tanam. Selanjutnya, gali kembali 30 cm ke bawah (tanah lapisan bawah), lalu letakkan disamping lubang tanah yang berlawanan dengan lapisan atas. Biarkan lubang tanam selama satu miggu dalam kondisi terbuka. Tujuannya agar lubang cukup terkena paparan sinar matahari serta oksigen yang cukup dari udara. Selain itu, hama dan penyakit dalam tanah akan mati terkena sinar matahari.

2. Pemberian Pupuk Dasar

Tanaman buah harus di tanam di tanah subur dengan kandungan humus yang tinggi. Tanah yang cocok untuk berkebun adalah yang berstruktur remah, yakni yang gumpalannya kecil dan memiliki pori-pori sehingga mampu membentuk sirkulasi udara dan resapan air dengan baik. Cara memperoleh jenis tanah tersebut salah satunya dengan mencampurkan kompos. Adapun kebutuhan tanaman buah akan unsur hara makro (N, P, dan K) serta unsur hara mikro, seperti Ca, Mg, dan S dapat dipenuhi melalui pemupukan secara rutin.

Buah Belimbing

Buah Belimbing Madu

Sebelum dilakukan penanaman sebaiknya diberikan pupuk dasar ke dalam lubang tanam. Umumnya pupuk dasar yang digunakan ada;ah pupuk kandang, seperti kotoran sapi, pupuk kotoran kerbau, dan pupuk kotoran kambing atau domba. Pupuk kandang yang digunakan harus matang. Ciri-cirinya adalah pupuk sudah tidak panas, berwarna hitam, gembur atau tidak lengket, dan baunya tidak menyengat. Selain pupuk kandang, pupuk dasar dapat menggunakan pupuk kompos.

Pupuk dasar diberikan dengan cara dicampurkan ke dalam tanah lapisan bawah, misalnya pupuk kandang sebanyak 25-30 kg, lalu aduk rata. Setelah itu, masukkan tanah lapisan atas ke dalam lubang tanam dan diikuti tanah lapisan bawah. Selanjutnya, dapat diberikan ajir tepat di tengah lubang tanam sebagai petunjuk bibit yang akan ditanam.
Perbandingan media tanam untuk bibit belimbing adalah 3:1:1 (tanah:pupuk kandang:sekam) atau 2:1 (tanah:pupuk kandang). Andaikan pada satu pekarangan di tanam beberapa tanaman buah, agar semua tanaman mendapat sinar matahari yang cukup, tanamlah tanaman buah yang berukuran kecil di bagian timur dan yang berukuran besar di bagian barat. Belimbing sebenarnya termasuk tanaman yang akan telalu menghalangi sinar matahari, tetapi ia memerlukan sinar matahari yang cukup agar cepat berbuah. Oleh karenanya, ia dapat ditanam di bagian timur. Lihat pula apakah paparan sinar matahari terlalu terik dan lama, jika iya, maka baiknya tanaman ini ditanam di bagian timur saja dengan syarat tetap mendapatkan sinar matahari cukup, tidak terlalu lama, dan tidak terlalu terhalang dengan pohon-pohon lain seperti jengkol atau pisang.

REFERENSI

[1] Wijaya & Dewi, T.Q. (2015). Bertanam 13 Tanaman Buah di Pekarangan. Jakarta: Penebar Swadaya. ISBN (13) 978-979-002-700-8

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Bibit Belimbing”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Bantuan? Chat WA